0016- Hukum Imam Ketika Sholat Ternyata Berhadast

Pertanyaan dari Saudara Iena Febryany Imuetz@ sebagai berikut :

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Para Yai/ustad dan ustadzah saya mau bertanya . Bagamana jika seorang imam ketika di akhir sholat ingat kalau dirinya punya hadast atau najis ..?
Apakah harus menyampaikan pada makmum ..? Apakah si imam dan makmum harus mengulangi sholatnya. ? .
Jawaban :
Waalaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh.
Kepada saudari Lena Febryany Imuetz@ yang dirahmati Allah.

Untuk menjawab pertanyaan yang saudari paparkan diatas kami simpulkan sebagai berikut:

1.    Apa bila najis yang dibawa atau terdapat pada imam itu Nampak jelas, sekiranya makmum mengetahuinya najis tersebut, maka imam wajib memberitahukan dan makmum wajib mengulangi salatnya.Dan jika tidak ia akan berdosa. Namun pendapat yang paling rajah seperti yang dikatakan Imam Nawawi bahwasanya makmum tidak wajib mengulanginya ( I’adah solat ).
Dasar Pengambilan:
فائدة: يجب على الإمام إذا كانت النجاسة ظاهرة إخبار الماموم بذلك ليعيد صلاته أخذا من قولهم: لو رآى على ثوب مصل نجاسة وجب إخباره وإن لم يكن آثما. كتاب بجيرمي على المنهج. الجز 1. ص 310.
ويصح النووى في التحقيق عدم وجوب الإعادة مطلقا: قوله مطلقا سواء كان الخبث الذي تبين في الإمام ظاهرا أو خفيا. كتاب إعانة الطالبين. الجز 2. ص 46.

2.    Apa bila Imam ingat ketika solat usai, bahwa dirinya sedang berhadast atau terkena najis yang kadarnya samar sedangkan ia mengetahuinya,sedangkan sebagian makmum ada yang masbuq mengikuti ruku’nya sebelum sempat menyempurnakan surat Al_Fatihah, maka imam tersebut wajib memberitahu akan dirinya supaya makmum tersebut mengulangi solatnya,jika salat tersebut sudah lama selesainya. Namun jika belum lama maka ia (makmum ) cukup dengan menambah satu rakaat dan sujud sahwi.

Dasar pengambilan:
ولو تذكر الإمام بعد صلاته أنه كان محدثا أو ذا نجاسة خفية وعلم بعض المسبوقين ركع معه قبل أن يتم الفاتحة يجب عليه أن يعلمه بحاله ليعيد صلاته إن كان قد سلم وطال الفصل وإلا يأتي بركعة فقط ويسجد للسهو. كتاب تنوير القلوب. ص. 156-157.

3.    Tidak wajib i’adah ( bagi makmum ) jika imamnya sedang berhadats sekalipun hadats besar dan membawa najis yang samar di pakaian atau badan, maka tidak wajib mengulang shalat bagi makmum karena tidak adanya kesalahan dari makmum dalam hal tersebut .

Dasar pengambilan:
لا إن بان ذا حدث ولو حدثا أكبر وذا نجاسة خفية في ثوبه أو بدنه فلا تجب الإعادة على المقتدى لإنتقاء التقصير منه في ذلك. كتاب فتح الوهاب. الز 1. ص 63.

Wallaahu A’lamu Bis Showaab

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Bersuci dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s