0003-Kepada Siapa Fidyah Puasa Diberikan

Pertanyaan dari Saudara Fijay Malhotra @ sebagai berikut :

Assalamu alaikum wr.wb.

Para ustad saya mau bertanya. Bagaimana hukumnya membayar fidyah/mud kepada satu orang, sedangkan yang harus dibayar fidyahnya 9 kali apa boleh? terima kasih.

Jawaban:

Waalaikumussalam Wr Wb. Kepada saudara Fijay@ yang dimulyakan Allah. Sepengetahuan saya hukum memberikan fidyah kepada satu orang atau lebih selama orang tersebut fakir atau miskin maka hal itu diperbolehkan. Dasar pengambilan:

والفدية فيما ذكر مد من غالب قوت البلد لكل يوم من رمضان يصرف للفقير والمسكين دون غيرهما من مستحق الزكاة. نهاية الزين . ص 175 مكتبة  دار الفكر

“….Dan fidyah yang dikehendaki diatas adalah satu mud makanan yang berlaku dinegri itu, jadi,setiap hari dari ( yang ia tinggalkan ) pada bulan Ramadhan dibagikan pada fakir miskin,karena keduanya berhak menerima zakat. Nihayah Zein. Hal 175.

Kemudian berkenaan dengan beberapa puasa yang ditinggalkan selama 9 kali sebagai berikut:

  1. Jika tidak mengqadho (puasa yang tertinggal ) sampai tahun berikutnya, maka ia harus memenuhi dua hal. (a). harus mengqadho puasanya. (b).  harus membayar fidyah satu mud dalam setiap harinya. Hal ini berlaku bagi orang yang masih hidup.
  2. Adapun jika orang tersebut sudah meninggal, maka bagi ahli warisnya harus membayar dua mud, yaitu satu mud untuk fidyah puasanya dan satu mud untuk kelalaiannya.

Dasar Pengambilan:

من أخر فضاء رمضان مع امكانه حتى دخل رمضان اخر لزمه مع القضاء لكل يوم مد, ولو أخر القضاء مع امكانه فمات أخرج من تركته لكل يوم مدان , مد للفوات ومد للتأخير . ( النجم الوهاج في شرح المنهاج للامام النواوي ).

Sebagai tambahan saja diantara sebab sebab seseorang terkena denda fidyah dalam Puasa adalah: Yang pertama , sepengetahuan saya yang mendapatkan keringanan ( boleh tidak berpuasa ) seperti orang yang sudah tua yang tidak mampu berpuasa. Dan yang kedua orang yang sakit yang tidak ada harapan lagi untuk sembuh..kedua orang diatas, hanya dapat membayar fidyah saja tanpa mengqoadha puasanya..

…وهو شيخ كبير لا يطيق الصوم ومريض لا يرجى برئه . نهاية الزين . ص 175 مكتبة  دار الفكر.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Puasa. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s